Kamis, 16 Juni 2016

Perangkat Lunak Yang Akan Datang

Perangkat Lunak Yang Akan Datang


Software merupakan salah satu bagian dari teknologi informasi yang bersama-sama dengan komponen lainnya seperti hardware dan peranti telekomunikasi digunakan untuk mengelola informasi. Pada dasarnya, software bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
1.      Sistem operasi. Software ini merupakan perantara antara pemakai software aplikasi dengan hardware. Sebagai suatu perantara, tugas utama dari software ini adalah untuk mengelola sumber daya komputasi (baik hardware maupun software) serta memastikan bahwa berbagai sumber daya tersebut bekerja dengan baik. Beberapa contoh software ini antara lain adalah Windows (95, 98, ME, XP, 2000, NT), Linux, FreeBSD, NetBSD, OpenBSD, MacOSX, Solaris, dan lain-lain. Jenis software ini merupakan software yang mutlak harus ada dan merupakan prasayarat dari berbagai aplikasi yang akan digunakan di komputer yang bersangkutan.
2.      Software aplikasi. Software ini merupakan software yang dibuat untuk membantu kelancaran pekerjaan manusia. Contoh dari software ini adalah OpenOffice.org (untuk keperluan pengetikan naskah, spreadsheet, dan presentasi), MS Office, KOffice (aplikasi perkantoran dari KDE), Gnumeric, Gaim (untuk instant messenger), dan lain-lain. Software aplikasi ini biasanya memang dibuat untuk suatu platform (hardware dan software sistem operasi) tertentu. Sebagai contoh, OpenOffice.org bisa diinstall pada berbagai platform, KOffice bisa diinstall pada sistem operasi Linux, FreeBSD, OpenBSD, tetapi tidak bisa diinstall pada platform Windows, dan lain-lain.
3.      Software peranti pengembangan. Software ini digunakan untuk membuat berbagai jenis software (termasuk software-software di atas). Biasanya software ini terdiri atas compiler/interpreter (untuk menjalankan program), IDE (Integrated Development Environment ­ untuk keperluan penulisan kode sumber, pelacakan kesalahan, pencarian pertolongan, serta kompilasi atau menjalankan kode sumber).

Pada saat komputer generasi pertama mulai dikembangkan, software juga mulai dikembangkan untuk mengatur kerja dari komputer tersebut. Perkembangan komputer bisa dikatakan baru bisa mencapai pemakai umum baru sekitar tahun 1980-an dengan mulai berkembangnya komputer Apple serta sistem operasi CP/M pada platform berbasis Intel yang dikenal dengan sebutan komputer pribadi (PC ­ Personal Computer). Mulai saat itu software berkembang dengan pesat dan akhirnya berhasil memunculkan raksasa software seperti Microsoft, Borland, IBM, Apple, CA (Computer Associates), Oracle, dan lain-lain.

Jika pada tahun 1980-an, momentum perkembangan dimulai dari munculnya peranti komputer pribadi, pada tahun 1990-an perkembangan pesat ditandai dari munculnya dan mulai berkembangnya komunitas online di Internet yang mengembangkan software melalui kolaborasi dengan media Internet. Revolusi ini dimulai oleh Richard Stallman yang mendirikan GNU (GNU’s Not Unix) yang bertujuan untuk membuat software sistem operasi yang bebas.

Perkembangan pesat tersebut mau tidak mau memunculkan lebih banyak alternatif software yang bisa digunakan oleh pemakai. Pada dasarnya, saat ini software bisa dikategorikan ke dalam software yang bebas (free) dan software proprietary (non-free). Software bebas adalah software yang mempunyai dan menjamin kebebasan bagi siapapun yang memperolehnya untuk mengembangkan atau menggunakan atau mendistribusikan ulang software tersebut, tentu saja dengan tetap menghargai hak cipta dari si pembuat.
Software proprietary merupakan software yang dibuat oleh individu atau perusahaan dan membatasi kebebasan dari pemakainya untuk mempelajari, memperoleh informasi sepenuhnya serta mendistribusikan ulang software tersebut.
Software bebas biasanya dikembangkan oleh komunitas, meskipun ada juga yang dikembangkan oleh perusahaan. Contoh software bebas ini antara lain adalah Linux, FreeBSD, NetBSD, OpenBSD (untuk sistem operasi), GNUCash, OpenOffice.org (untuk software aplikasi), GNU C++, FreePascal, Python (untuk peranti pengembangan).
Salah satu kelemahan (sekaligus juga merupakan kekuatan) yang mendasar dari software ini adalah pengembangan software ini yang (kebanyakan) dilakukan oleh komunitas. Banyak terjadi kasus software yang kontinuitasnya tidak bisa berlangsung dengan baik karena hanya mengandalkan pada kontribusi dari komunitas yang notabene tidak mempunyai aturan yang mengikat dengan ketat. Di lain pihak, software bebas yang dikembangkan dengan serius dan baik, ternyata mempunyai kekuatan teknis yang bagus. Berbagai contoh dari software bebas di atas bisa dilihat. Selain itu, kemungkinan alih teknologi bisa dilakukan karena software bebas ini biasanya mempunyai arsitektur yang terbuka, dengan spesifikasi terbuka dan bisa dipelajari sejauh individu tersebut mampu dan mau mempelajari. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah biaya yang bisa ditekan. Meskipun software bebas tidak sama dengan software gratis, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak software bebas yang bisa diperoleh dengan gratis.
Software proprietary biasanya dikembangkan dengan menggunakan spesifikasi serta arsitektur yang tertutup. Kondisi ini menyebabkan ketergantungan kepada vendor dan kesulitan dalam transfer teknologi. Sebagai contoh, software Samba yang dikembangkan oleh seorang Australia memerlukan proses yang panjang karena melibatkan reverse engineering protokol jaringan Windows yang mempunyai spesifikasi tertutup. Di lain pihak, karena dikembangkan oleh suatu perusahaan dan ditujukan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, maka software ini menjadi mahal dan harga bisa dipermainkan oleh vendor yang bersangkutan, sesuatu yang sebenarnya sangat mengganggu.
Pada akhirnya, meskipun semuanya tergantung pada pemakai, tetapi saat ini arah perkembangan software bisa dikatakan semakin cenderung ke software bebas karena tingkat ketergantungan terhadap vendor yang sangat rendah serta berbagai keunggulan teknis dan biaya lisensi yang jauh lebih rendah. Banyak perusahaan besar juga sudah mulai menyatakan dukungannya kepada Linux, antara lain Oracle dan IBM. Pemerintah di berbagai negara juga sudah mulai mengadopsi teknologi software bebas ini. Indonesia, meskipun agak ketinggalan juga sudah mulai mengkampanyekan IGOS (Indonesia Go Open Source) yang dipelopori oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Sebagai individu yang berkecimpung di dalam dunia yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi, sudah selayaknya kita berpikir bagaimana mengantisipasi kecenderungan ini.

Daftar Pustaka

https://bambangpdp.wordpress.com/2009/09/22/software-di-masa-depan-bebas-atau-proprietary/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar