Perangkat
Lunak Yang Akan Datang
Software merupakan salah satu bagian dari
teknologi informasi yang bersama-sama dengan komponen lainnya seperti hardware
dan peranti telekomunikasi digunakan untuk mengelola informasi. Pada dasarnya,
software bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
1. Sistem operasi. Software ini merupakan perantara antara
pemakai software aplikasi dengan hardware. Sebagai suatu perantara, tugas utama
dari software ini adalah untuk mengelola sumber daya komputasi (baik hardware
maupun software) serta memastikan bahwa berbagai sumber daya tersebut bekerja
dengan baik. Beberapa contoh software ini antara lain adalah Windows (95, 98,
ME, XP, 2000, NT), Linux, FreeBSD, NetBSD, OpenBSD, MacOSX, Solaris, dan
lain-lain. Jenis software ini merupakan software yang mutlak harus ada dan
merupakan prasayarat dari berbagai aplikasi yang akan digunakan di komputer
yang bersangkutan.
2. Software aplikasi. Software ini merupakan software yang dibuat
untuk membantu kelancaran pekerjaan manusia. Contoh dari software ini adalah OpenOffice.org (untuk
keperluan pengetikan naskah, spreadsheet, dan presentasi), MS Office, KOffice
(aplikasi perkantoran dari KDE), Gnumeric, Gaim (untuk instant messenger), dan
lain-lain. Software aplikasi ini biasanya memang dibuat untuk suatu platform
(hardware dan software sistem operasi) tertentu. Sebagai contoh, OpenOffice.org bisa
diinstall pada berbagai platform, KOffice bisa diinstall pada sistem operasi
Linux, FreeBSD, OpenBSD, tetapi tidak bisa diinstall pada platform Windows, dan
lain-lain.
3. Software peranti pengembangan. Software ini digunakan untuk membuat
berbagai jenis software (termasuk software-software di atas). Biasanya software
ini terdiri atas compiler/interpreter (untuk menjalankan program), IDE
(Integrated Development Environment untuk keperluan penulisan kode sumber,
pelacakan kesalahan, pencarian pertolongan, serta kompilasi atau menjalankan
kode sumber).
Pada saat komputer generasi pertama mulai
dikembangkan, software juga mulai dikembangkan untuk mengatur kerja dari
komputer tersebut. Perkembangan komputer bisa dikatakan baru bisa mencapai
pemakai umum baru sekitar tahun 1980-an dengan mulai berkembangnya komputer
Apple serta sistem operasi CP/M pada platform berbasis Intel yang dikenal
dengan sebutan komputer pribadi (PC Personal Computer). Mulai saat itu software
berkembang dengan pesat dan akhirnya berhasil memunculkan raksasa software
seperti Microsoft, Borland, IBM, Apple, CA (Computer Associates), Oracle, dan
lain-lain.
Jika pada tahun 1980-an, momentum perkembangan
dimulai dari munculnya peranti komputer pribadi, pada tahun 1990-an
perkembangan pesat ditandai dari munculnya dan mulai berkembangnya komunitas
online di Internet yang mengembangkan software melalui kolaborasi dengan media
Internet. Revolusi ini dimulai oleh Richard Stallman yang mendirikan GNU (GNU’s
Not Unix) yang bertujuan untuk membuat software sistem operasi yang bebas.
Perkembangan pesat tersebut mau tidak mau
memunculkan lebih banyak alternatif software yang bisa digunakan oleh pemakai.
Pada dasarnya, saat ini software bisa dikategorikan ke dalam software yang
bebas (free) dan software proprietary (non-free). Software bebas adalah
software yang mempunyai dan menjamin kebebasan bagi siapapun yang memperolehnya
untuk mengembangkan atau menggunakan atau mendistribusikan ulang software tersebut,
tentu saja dengan tetap menghargai hak cipta dari si pembuat.
Software proprietary merupakan software yang
dibuat oleh individu atau perusahaan dan membatasi kebebasan dari pemakainya
untuk mempelajari, memperoleh informasi sepenuhnya serta mendistribusikan ulang
software tersebut.
Software bebas biasanya dikembangkan oleh
komunitas, meskipun ada juga yang dikembangkan oleh perusahaan. Contoh software
bebas ini antara lain adalah Linux, FreeBSD, NetBSD, OpenBSD (untuk sistem
operasi), GNUCash, OpenOffice.org (untuk software aplikasi), GNU C++,
FreePascal, Python (untuk peranti pengembangan).
Salah satu kelemahan (sekaligus juga merupakan
kekuatan) yang mendasar dari software ini adalah pengembangan software ini yang
(kebanyakan) dilakukan oleh komunitas. Banyak terjadi kasus software yang
kontinuitasnya tidak bisa berlangsung dengan baik karena hanya mengandalkan
pada kontribusi dari komunitas yang notabene tidak mempunyai aturan yang
mengikat dengan ketat. Di lain pihak, software bebas yang dikembangkan dengan
serius dan baik, ternyata mempunyai kekuatan teknis yang bagus. Berbagai contoh
dari software bebas di atas bisa dilihat. Selain itu, kemungkinan alih
teknologi bisa dilakukan karena software bebas ini biasanya mempunyai
arsitektur yang terbuka, dengan spesifikasi terbuka dan bisa dipelajari sejauh
individu tersebut mampu dan mau mempelajari. Hal lain yang tidak kalah
pentingnya adalah biaya yang bisa ditekan. Meskipun software bebas tidak sama
dengan software gratis, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak software bebas yang
bisa diperoleh dengan gratis.
Software proprietary biasanya dikembangkan
dengan menggunakan spesifikasi serta arsitektur yang tertutup. Kondisi ini
menyebabkan ketergantungan kepada vendor dan kesulitan dalam transfer
teknologi. Sebagai contoh, software Samba yang dikembangkan oleh seorang
Australia memerlukan proses yang panjang karena melibatkan reverse engineering
protokol jaringan Windows yang mempunyai spesifikasi tertutup. Di lain pihak,
karena dikembangkan oleh suatu perusahaan dan ditujukan untuk meraih keuntungan
sebesar-besarnya, maka software ini menjadi mahal dan harga bisa dipermainkan
oleh vendor yang bersangkutan, sesuatu yang sebenarnya sangat mengganggu.
Pada akhirnya, meskipun semuanya tergantung
pada pemakai, tetapi saat ini arah perkembangan software bisa dikatakan semakin
cenderung ke software bebas karena tingkat ketergantungan terhadap vendor yang
sangat rendah serta berbagai keunggulan teknis dan biaya lisensi yang jauh
lebih rendah. Banyak perusahaan besar juga sudah mulai menyatakan dukungannya
kepada Linux, antara lain Oracle dan IBM. Pemerintah di berbagai negara juga
sudah mulai mengadopsi teknologi software bebas ini. Indonesia, meskipun agak
ketinggalan juga sudah mulai mengkampanyekan IGOS (Indonesia Go Open Source)
yang dipelopori oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Sebagai individu yang
berkecimpung di dalam dunia yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi
informasi, sudah selayaknya kita berpikir bagaimana mengantisipasi
kecenderungan ini.
Daftar
Pustaka
https://bambangpdp.wordpress.com/2009/09/22/software-di-masa-depan-bebas-atau-proprietary/
